Sedang dalam pengiriman
"Habis sudah masa mu di dunia," pintanya sembari menuntunku. Menuntun jiwaku.
Kulirik buku riwayat hidupku dalam genggamannya.
Jari jemariku pun gemetaran
Kuingat setiap lembarnya yang tanpa tinta.
Tanpa jejak coretan.
Senyumku pun terbit perlahan.
Kemudian ia menatapku seraya mengadu "betapa malangnya engkau, wahai anak adam..."
Dalam perjalanan pulang ini aku pun tersadar
Hidup ini adalah sebuah hidup yang tidak lama. Begitu fana.
Lalu pagi ini ketika kakiku melangkah melalui jalan setapak ini bersamanya,
Ketika nafasku mulai tersendat,
Kulihat lamat-lamat jiwaku sedang dalam pengiriman menuju-Nya
3 September 2022

Comments
Post a Comment