Surga
dan dalam gelapnya malam dibalik kamar berjendela dua kutengadahkan kepala ku tanya pada nya, sang pemilik singgasana surga itu seindah apa hingga dia menitahkanku-diri ini-menunggu di atas tanah tempat adam dihukum surga berupa apa apakah rintik sendu dalam setiap sudut kehidupan? atau ruam-ruam merah di kulit ayah sepulang dari sawah? setidaknya aku tau bahwa dalam surga aku akan melihat pak sapardi melambai-lambai di balik pintu angkot tua seraya mempuisikan hujan bulan juni nya





