Sajak Rahasia
Rahasia
Melumat segala rasa benci
Jiwanya yang buta empati
Menggigil.
Dingin, lampu kamarku mati.
Mati terpecah
Berkeping-keping
Tangan meraih pena
Kemudian tertulis sebuah sajak bertajuk
Ra-ha-si-a
Dia hilang.
Aku ada.
Abadi. Kenangan kami.
Berdua namun terasa sendiri.
Merayakan sepi.
Sejuk terpaan angin pantai selatan.
Dingin air pagi yang digenggam di tangan.
Menengadah. Memekikkan kata
R-a-h-a-s-i-a
Apa yang abadi dari cinta yang hanya dirasakan oleh satu jiwa saja?

Comments
Post a Comment